<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pannafoto</title>
	<atom:link href="http://pannafotojournal.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pannafotojournal.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 11:04:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jugun Ianfu Riwayatmu Dulu, Pelacur Riwayatmu Kini</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=454</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=454#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 10:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna Events]]></category>
		<category><![CDATA[Panna News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Mas Hartoyo, dari pameran Jugun Ianfu karya Jan Banning.

&#8220;&#8230;..Praktek-praktek prostitusi secara paksa memang menjadi wajah dari konflik yang terjadi dimanapun. Dimana ada konflik maka disitulah pemerkosaan dan pelecehan seksual terjadi pada perempuan. Seperti yang diungkapkan oleh seorang wartawan asal Ukraina,Victor Malarek dalam buku The Natashas : The New Global Sex Trade bahwa keruntuhan Blok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan Mas Hartoyo, dari pameran Jugun Ianfu karya Jan Banning.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-461" title="jugun-ianfu_0018059" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/09/jugun-ianfu_0018059.jpg" alt="jugun-ianfu_0018059" width="400" height="428" /></p>
<p>&#8220;&#8230;..Praktek-praktek prostitusi secara paksa memang menjadi wajah dari konflik yang terjadi dimanapun. Dimana ada konflik maka disitulah pemerkosaan dan pelecehan seksual terjadi pada perempuan. Seperti yang diungkapkan oleh seorang wartawan asal Ukraina,Victor Malarek dalam buku The Natashas : The New Global Sex Trade bahwa keruntuhan Blok Timur mengakibatkan ribuan perempuan di Rusia dan Eropa Timur harus menjadi korban perdagangan orang untuk prostitusi.  Hal ini juga juga terjadi di Indonesia seperti pada masa penjajahan Belanda, tragedi 65, konflik di Aceh, konflik Papua, konflik Poso sampai tragedi 98,semua tubuh perempuan selalu menjadi korban pemerkosaan.  Bagaimana nasib perempuan Indonesia sekarang ini?&#8230;&#8221;</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/notes/hartoyo-medan/jugun-ianfu-riwayatmu-dulu-pelacur-riwayatmu-kini/431330924854">penasaran tulisan lengkapnya, klik disini</a></p>
<p>thanks to Mas Hartoyo!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D454&amp;linkname=Jugun%20Ianfu%20Riwayatmu%20Dulu%2C%20Pelacur%20Riwayatmu%20Kini"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=454</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yoppie Piter di Takpala Village-Alor</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=446</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=446#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 13:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna News]]></category>
		<category><![CDATA[Student Highlights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[




Yopie adalah salah satu anggota PannaFoto Community yang selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan yang kami selenggarakan. Hobi jalan-jalannya membawa ia keberbagai daerah di Indonesia. Beberapa waktu lalu ia berkunjung ke Takpala Village di Alor. Sekilas ia membagikan karyanya kepada kita&#8230;
&#8221; Berjarak 13 kilometer dari Kalabahi dimana tempat saya menginap (Hotel Pelangi Indah). Desa Takpala berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-447" title="19590035-Takpala" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/08/19590035-resize.jpg" alt="19590035-Takpala" width="512" height="339" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-448" title="19590034-Takpala" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/08/19590034-resize.jpg" alt="19590034-Takpala" width="512" height="339" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-449" title="19590028-Takpala" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/08/19590028-resize.jpg" alt="19590028-Takpala" width="512" height="339" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-450" title="19590029-Takpala" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/08/19590029-resize.jpg" alt="19590029-Takpala" width="512" height="339" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-451" title="19590031-Takpala" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/08/19590031-resize.jpg" alt="19590031-Takpala" width="512" height="339" /></p>
<p>Yopie adalah salah satu anggota PannaFoto Community yang selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan yang kami selenggarakan. Hobi jalan-jalannya membawa ia keberbagai daerah di Indonesia. Beberapa waktu lalu ia berkunjung ke Takpala Village di Alor. Sekilas ia membagikan karyanya kepada kita&#8230;</p>
<p><span style="font-weight: bold;">&#8221; Berjarak 13 kilometer dari Kalabahi dimana tempat saya menginap (Hotel Pelangi Indah). Desa Takpala berada di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor.</span><br style="font-weight: bold;" /><span style="font-weight: bold;">Sebagai orang baru yang baru pertama kali mengunjungi Desa Takpala, saya terkagum melihat keaslian dari Desa ini. Salah satunya adalah rumah Lopo yaitu rumah asli Alor.</span></p>
<p>“Selamat datang di Takpala..” ucap Martinus, beliau adalah seorang kepala suku. Sirih Pinang saya siapkan dalam perjalanan menuju desa Takpala sebagai tanda mata. Memang seperti itu, secara tidak langsung Sirih Pinang menjadi media komunikasi jika ingin megunjungi beberapa desa di kawasan NTT.<br style="font-weight: bold;" /><span style="font-weight: bold;">Desa ini sunyi, kebetulan penduduk desa Takpala tidak semua menetap di kampung ini. Mereka sudah menyebar di desa-desa sekitar Desa Takpala.</span><br style="font-weight: bold;" /><span style="font-weight: bold;">Pak Martinus menempatkan setiap tamunya di Lopo. Desa yang banyak ditumbuhi pohon Asam ini menjadi semakin sejuk dengan turunnya Hujan yang ditemani suguhan kopi panas.</span><br style="font-weight: bold;" /><span style="font-weight: bold;">Ditengah-tengah perbincangan mengenai Desa Takpala, pak Martinus menyarankan saya mencari informasi mengenai Tari Lego-lego di dinas pariwisata Alor. Saat ini, tarian Lego-lego dimanfaatkan sebagai tarian untuk menyambut tamu “Rombongan” yang akan mengunjungi Desa Takpala. Tarian Lego-lego merupakan tarian yang gerakannya mengelilingi Moko sambil bergandengan tangan. Saat yang bersamaan pula, beberapa masyarakat Takpala menggelar barang dagangan. Tak ayalnya seperti pasar kaget yang sering dijumpai di kota-kota besar.&#8221;</span></p>
<p><em>**Yoppie Piter menggunakan kamera analog dengan film Agfa Silette LK sensor dan Lucky 100</em></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D446&amp;linkname=Yoppie%20Piter%20di%20Takpala%20Village-Alor"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=446</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jan Banning : Comfort Women</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=440</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=440#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 07:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[

Dalam perjalanan beberapa waktu lalu ke Amsterdam saat World Press Photo 2010 Awarding Days, ada hal hal menarik terjadi disana. Selain perayaan Ulang Tahun sang Ratu Orange yang hingar bingar, di beberapa etalase toko buku tergantung foto besar seorang wanita tua. Foto yang langsung menyita perhatian ini ternyata tak alian adalah karya terbaru Jan Banning [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-441" title="jan-banning-comfort-women" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/06/jan-banning-comfort-women.jpg" alt="jan-banning-comfort-women" width="288" height="360" /></p>
<div style="text-align: center;"></div>
<p>Dalam perjalanan beberapa waktu lalu ke Amsterdam saat World Press Photo 2010 Awarding Days, ada hal hal menarik terjadi disana. Selain perayaan Ulang Tahun sang Ratu Orange yang hingar bingar, di beberapa etalase toko buku tergantung foto besar seorang wanita tua. Foto yang langsung menyita perhatian ini ternyata tak alian adalah karya terbaru Jan Banning yang terbungkus dalam Buku &#8220;Comfort Women&#8221;.</p>
<p>Buku yang menrupakan kerja bersama Jan Banning dan penulis Hilde Janssen ini bercerita tentang 18 orang jugun ianfu selama perang dunia kedu aberlangsung. Selama perang dunia kedua tentara Jepang membangung sebuah sex slavery system dia wilayah Asia, dimana ribuan wanita dipaksa untuk bekerja sebagai pekerja seks di camp militer tentara jepang. Buku ini lebih jauh berisi potret para wanita jugun ianfu dan kisah penderitaan yang mereka alami selama menjadi pekerja sex paksa.</p>
<p>Selain karya buku project ini juga menghasilkan sebuah film dokumenter yang dikerjakan oleh Frank van Osch.</p>
<p>&#8216;Comfort Women&#8217; karya Jan Banning dan Hilde Janssen dipamerkan di &#8216;Kunsthal&#8217; Rotterdam 23 April hingga 27 August 2010.</p>
<p>Akankah pameran ini berkunjung ke Indonesia? Kita nantikan saja info berikutnya.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D440&amp;linkname=Jan%20Banning%20%3A%20Comfort%20Women"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=440</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>World Press Photo 2010 Year Book</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=435</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=435#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 12:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna Store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[
The 2010 World Press Photo Yearbook

The 2010 yearbook features the prize-winning photography designed in a magazine-style layout.
Purchase your copy of the 2010 yearbook in our online bookstore.
The 2010 World Press Photo Yearbook
Paperback, 160 pages
Price: € 24.00 (plus shipping)
Size: 23 x 29.7 cm
Languages: English, Dutch, French, German, Italian, Spanish
Co-publishers
Dutch: Schilt Publishing (The Netherlands) / Uitgeverij Lannoo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-436" title="wpp-2010-yearbook" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/06/wpp-2010-yearbook.jpg" alt="wpp-2010-yearbook" width="520" height="346" /></p>
<p><span style="color: #888888;"><strong><span style="font-size: small;"><span style="font-size: large;">The 2010 World Press Photo Yearbook<br />
</span><br />
</span></strong></span><span style="font-size: small;">The 2010 yearbook features the prize-winning photography designed in a magazine-style layout.</span></p>
<p>Purchase your copy of the 2010 yearbook in our online bookstore.</p>
<p>The 2010 World Press Photo Yearbook<br />
Paperback, 160 pages<br />
Price: € 24.00 (plus shipping)<br />
Size: 23 x 29.7 cm<br />
Languages: English, Dutch, French, German, Italian, Spanish</p>
<p>Co-publishers<br />
Dutch: Schilt Publishing (The Netherlands) / Uitgeverij Lannoo (Belgium)<br />
English: Thames &amp; Hudson, Ltd / Thames &amp; Hudson, Inc. (USA and Canada)<br />
French and German: Benteli<br />
Italian: Contrasto<br />
Spanish: Art Blume, SL<br />
Japan: The Asahi Shimbun</p>
<p><span style="color: #888888;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p><span style="color: #888888;"><span style="font-size: small;"><strong>Only for EUR 24,-</strong></span></span></p>
<p><span style="color: #888888;"><span style="font-size: small;"><strong>Pemesanan : tata@pannafoto.org</strong></span></span></p>
<p style="text-align: center;">
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D435&amp;linkname=World%20Press%20Photo%202010%20Year%20Book"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=435</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hunting Mei: Lintas Melawai</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=420</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=420#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 16:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna Events]]></category>
		<category><![CDATA[Panna Member]]></category>
		<category><![CDATA[Panna Program]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[

Ray of Lights Melawai karya Parulian Sianturi/ peserta Photo Hunting Melawai
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-432" title="100604_parulian-melawai" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100604_parulian-melawai.jpg" alt="100604_parulian-melawai" width="520" height="522" /></p>
<p style="text-align: center;">Ray of Lights Melawai karya Parulian Sianturi/ peserta Photo Hunting Melawai</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D420&amp;linkname=Hunting%20Mei%3A%20Lintas%20Melawai"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=420</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Basic Photojournalism Course April 2010</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=409</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=409#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 18:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna Program]]></category>
		<category><![CDATA[Student Highlights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[

&#8220;Menurut saya saat penugasan utk mengambil foto di monas merupakan sesuatu yang menarik. Karena saat berada di monas, ternyata untuk mengambil gambar yang baik tidak mudah, dmn kita harus dpt melihat momen serta kegiatan2 dan kebiasaan2 masyarakat yg ada di monas, bahkan bila perlu berinteraksi dgn masyarakat yang berada disana. Secara keseluruhan saya menikmati pengambilan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-413" title="100503-monas-mottys" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100503-monas-mottys.jpg" alt="100503-monas-mottys" width="520" height="493" /></p>
<p style="text-align: center;">&#8220;Menurut saya saat penugasan utk mengambil foto di monas merupakan sesuatu yang menarik. Karena saat berada di monas, ternyata untuk mengambil gambar yang baik tidak mudah, dmn kita harus dpt melihat momen serta kegiatan2 dan kebiasaan2 masyarakat yg ada di monas, bahkan bila perlu berinteraksi dgn masyarakat yang berada disana. Secara keseluruhan saya menikmati pengambilan foto di monas karena merupakan pengalaman baru dan tantangan bagi saya.</p>
<p style="text-align: center;">Kelas basic photojournalism ini sangat membantu bagi orang2 yg tertarik dlm bidang photojurnalism. Kita diajarkan bagaimana mengambil foto yg baik dr segi jurnalistik serta hal2 apa saja yg perlu diperhatikan saat akan mengambil foto dan sesudah mengambil foto. Selain itu kelas basic photojurnalism juga menambah wawasan saya dalam dunia photography.&#8221; &#8211; Motty, Basic Photojournalism Course April 2010.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D409&amp;linkname=Dari%20Basic%20Photojournalism%20Course%20April%202010"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=409</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Day 02: World Press Photo 2010 Awarding Days</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=400</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=400#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 22:58:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[

Seluruh pemenang WORLD PRESS PHOTO 2010.

Pietro Masturzo menerima penghargaan World Press Photo od The Year 2009. Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelindung World Press Photo Foundation HRH Prince Constantijn of the Netherlands.

Pietro Masturzo menyampaikan kesan saat penyerahan penghargaan World Press Photo 2010 yang berlangsung di Amsterdam Minggu 2 May 2010.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-398" title="100502-wpp-P5034231" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100502-wpp-P5034231.jpg" alt="100502-wpp-P5034231" width="520" height="293" /></p>
<p style="text-align: center;">Seluruh pemenang WORLD PRESS PHOTO 2010.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-396" title="100502-wpp-P5034225" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100502-wpp-P5034225.jpg" alt="100502-wpp-P5034225" width="520" height="288" />Pietro Masturzo menerima penghargaan World Press Photo od The Year 2009. Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelindung World Press Photo Foundation HRH Prince Constantijn of the Netherlands.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-397" title="100502-wpp-P5034228" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100502-wpp-P5034228.jpg" alt="100502-wpp-P5034228" width="515" height="650" />Pietro Masturzo menyampaikan kesan saat penyerahan penghargaan World Press Photo 2010 yang berlangsung di Amsterdam Minggu 2 May 2010.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D400&amp;linkname=Day%2002%3A%20World%20Press%20Photo%202010%20Awarding%20Days"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=400</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Day 01 : World Press Photo 2010 Awarding Days</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=385</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=385#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 06:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Di era sekarang, fotojurnalistik sangat mendapatkan tekanan perhatian dan menjadi bahan kritik diberbagai kalangan. Mulai dari masalah integritas, isu mengenai manipulasi dan kadang masalah kredibilitas sering dipertanyakan&#8221;, demikianlah Michiel Munneke, Managing Director World Press Photo mengawali pembukaan World Press Photo Awarding Days 2010 yang berlangsung di Amsterdam 1 &#8211; May 2010.
Awarding days WPP 2010 dihadiri seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-386" title="100501-wpp-7T9C7962" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100501-wpp-7T9C7962.jpg" alt="100501-wpp-7T9C7962" width="520" height="328" /></p>
<p>&#8220;Di era sekarang, fotojurnalistik sangat mendapatkan tekanan perhatian dan menjadi bahan kritik diberbagai kalangan. Mulai dari masalah integritas, isu mengenai manipulasi dan kadang masalah kredibilitas sering dipertanyakan&#8221;, demikianlah <strong>Michiel Munneke, </strong>Managing Director World Press Photo mengawali pembukaan World Press Photo Awarding Days 2010 yang berlangsung di Amsterdam 1 &#8211; May 2010.</p>
<p>Awarding days WPP 2010 dihadiri seluruh pemenang World Press Photo 2010 serta para pelaku dunia fotografi didunia. Acara pembukaan dilanjutkan dengan presentasi dari para pemenang World Press Photo 2010.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-387" title="100501-wpp-7T9C7989" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100501-wpp-7T9C7989.jpg" alt="100501-wpp-7T9C7989" width="520" height="346" /></p>
<div style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Mohammed Salem peraih penghargaan ke-2 kategori Spot News, mengawali presentasinya dengan menampilkan foto &#8220;Salem Brother&#8221;. Mohammed adalah anak termuda dari tida bersaudara ini yang semua pernah meraih penghargaan World Press Photo kategori SPOT NEWS. Kakaknya Suhaib Salem meraih penghargaan ke-3 Kategori Spot News di WPP 2000 dan Ahmed Salem meraih penghargaan ke-1 kategori Spot News di WPP 2001. Foto oleh Hariyanto/Media Indonesia</span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">.</span></div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-388" title="100501-wpp-7T9C7992" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100501-wpp-7T9C7992.jpg" alt="100501-wpp-7T9C7992" width="520" height="346" />Ou Zihang menceritakan mengenai latar belakang foto karyanya yang mendapatkan penghargaan Honourable Mention Contemporary Issue.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-389" title="100501-wpp10-7T9C8191" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100501-wpp10-7T9C8191.jpg" alt="100501-wpp10-7T9C8191" width="520" height="347" /></p>
<p>Dihari pertama ini, acara yang ditunggu-tunggu oleh para fotojurnalis adalah World Press Photo Sem Presser Lecture oleh Eugene Richards. Eugene hadir sebagai pembicara menggantikan James Nachtwey yang berhalangan hadir dikarenakan masih harus berada di Bangkok, membagikan pandanganannya tentang produksi buku photo essay didunia photography mulai dari visi, konsep, pendekatan yang dia lakukan dalam menciptakan buku photo essay-nya. Secara singkat dia mengatakan bahwa seluruh karyanya merupakan karya yang tumbuh bersama para objek yang ia foto. Lebih dari sekedar mendokumentasikan sebuah isu sosial, Eugene berusaha untuk masuk dan memahami masalah yang terjadi, mencoba berpikir sebagai bagian dari objek yang didokumentasikannya. Hal yang juga penting dicatat adalah pernyataannya mengenai pentingnya riset dalam setiap pekerjaan yang ia lakukan. Ia mengatakan sangat beruntung karena dalam setiap karyanya ia selalu didampingi oleh istrinya dalam melakukan riset. Diakhir paparannya Eugene menceritakan mengenai proses pembuatan buku terbarunya (yang kebetulan karyanya memenangkan WPP2010) &#8220;War is Personal&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-390" title="100501-wpp-P5024146" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/05/100501-wpp-P5024146.jpg" alt="100501-wpp-P5024146" width="520" height="293" />Pietro Masturzo Pemenang World Press Photo of the Year 2009.</p>
<p>Penyerahan penghargaan 53rd World Press Photo Contest akan berlangsung di Muziekgebow aan&#8217;t IJ, Amsterdam. HRH Prince Constantijn of the Netherlands akan menyerahakan secara langsung hadiah kepada Pemenang World Press Photo of the Year 2009 Pietro Masturzo.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D385&amp;linkname=Day%2001%20%3A%20World%20Press%20Photo%202010%20Awarding%20Days"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=385</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>World Press Photo 2010 Awarding Day</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=382</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=382#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 11:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[

Photographer of the Year WPP10 Pietro M. rencananya akan menerima penghargaan utama kontes photojournalism terbesar sedunia pada hari Minggu 2 May 2010. Selain penyerahan kepada para pemenang WPP 2010, setiap tahunnya saat Awarding Day juga diadakan open lecture dari photographer pemenagn dan guest speaker. James Nachtwey tahun ini berkesempatan menjadi pembicara tamu dalam open lecture [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-383" title="100430-WPP10-P4304030" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/04/100430-WPP10-P4304030.jpg" alt="100430-WPP10-P4304030" width="416" height="416" /></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Photographer of the Year WPP10 Pietro M. rencananya akan menerima penghargaan utama kontes photojournalism terbesar sedunia pada hari Minggu 2 May 2010. Selain penyerahan kepada para pemenang WPP 2010, setiap tahunnya saat Awarding Day juga diadakan open lecture dari photographer pemenagn dan guest speaker. James Nachtwey tahun ini berkesempatan menjadi pembicara tamu dalam open lecture yang rencananya akan diadakan pada hari Sabtu 01 May 2010 bertempat di Felix Merrits, Amsterdam.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D382&amp;linkname=World%20Press%20Photo%202010%20Awarding%20Day"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=382</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TRASH WORLD</title>
		<link>http://pannafotojournal.org/?p=356</link>
		<comments>http://pannafotojournal.org/?p=356#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 09:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panna Events]]></category>
		<category><![CDATA[Panna News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pannafotojournal.org/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[

TRASH WORLD - TPA Bantar Gebang Bekasi Jawa Barat berdiri sejak tahun 1988. Pada awalnya tempat ini diharapkan mampu mengatasi masalah sampah yang menumpuk di Jakarta. Pada kenyataannya lahan seluas 108 hektar ini tidak berfungsi dengan sempurna untuk mengolah sampah menjadi pupuk, biogas dan lainnya.
Diperkirakan tumpukan sampah ini sudah lebih dari 36 juta ton sampah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-367" title="trash-world_Panorama-wmfinal" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/04/trash-world_Panorama-wmfinal.jpg" alt="trash-world_Panorama-wmfinal" width="614" height="141" /></p>
<p style="text-align: left; "><strong>TRASH WORLD</strong> - TPA Bantar Gebang Bekasi Jawa Barat berdiri sejak tahun 1988. Pada awalnya tempat ini diharapkan mampu mengatasi masalah sampah yang menumpuk di Jakarta. Pada kenyataannya lahan seluas 108 hektar ini tidak berfungsi dengan sempurna untuk mengolah sampah menjadi pupuk, biogas dan lainnya.</p>
<p style="text-align: left; ">Diperkirakan tumpukan sampah ini sudah lebih dari 36 juta ton sampah dan menimbulkan bau menyengat hingga 15km. Hal ini wajar terjadi karena setiap harinya warga Jakarta membuang 5 ton lebih sampah ke TPA Bantar Gebang ini.</p>
<p style="text-align: left; ">Hal lain yang menarik adalah mengamati para pendatang yang bekerja sebagai pemulung disekitar TPA Bantar Gebang. Kebanyakan dari mereka membangun rumah tinggal di tumpukan sampah dengan bau yang menyengat, terutama ketika musim hujan.</p>
<p>Disalah satu daerah yang kami kunjungi hidup 300 orang pemulung yang sebagian besar datang dari Indramayu. Tetapi ada juga dari warga setempat dan Madura serta Cirebon.</p>
<p>Sekilas adalah hasil dari peserta Photo Hunting &#8220;TRASH WORLD&#8221;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-368" title="100418-trash-world-wmyoppie" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/04/100418-trash-world-wmyoppie.jpg" alt="100418-trash-world-wmyoppie" width="608" height="404" /></p>
<p style="text-align: center;">&#8220;Jaring Pengaman Lalat&#8221; Foto oleh Yoppy Pieter</p>
<p style="text-align: center;"><strong>YOPPY</strong>: “kagum bisa lihat sekelompok orang yang bisa hidup di antara sampah yang menggunung. Mau tidak mau mereka berperan penting dalam menanggulangi sampah ibu kota dengan cara memilahdan mengolahnya menjadi rumah, dan yang tidak bisa dilupakan adalah aroma yang GANAS”</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-369" title="100418-trash-world-wmRAD" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/04/100418-trash-world-wmRAD.jpg" alt="100418-trash-world-wmRAD" width="608" height="462" /></p>
<p style="text-align: center;">&#8220;Disewakan&#8221; &#8211; Photo karya Rizal</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-370" title="100418-trash-world-wmwidi" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/04/100418-trash-world-wmwidi.jpg" alt="100418-trash-world-wmwidi" width="608" height="174" /></p>
<p style="text-align: center;">Photo karya Widi</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-371" title="100418-tras-world-wmhendi" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/04/100418-tras-world-wmhendi.jpg" alt="100418-tras-world-wmhendi" width="608" height="279" /></p>
<p style="text-align: center;">Photo karya Hendi</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-372" title="100418-trash-world-wmugie" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/04/100418-trash-world-wmugie.jpg" alt="100418-trash-world-wmugie" width="608" height="221" /></p>
<p style="text-align: center;">Foto oleh Ugie</p>
<p style="text-align: center;"><strong>UGIE</strong>: “Hunting yang membuka wawasan kita mengenai kondisi masyarakat yang terpinggirkan. Tanpa sadar, mereka yang tinggal dan mencari nafkah di sana sebagai pemulung, telah melakukan program go green (mendaur ulang plastik)”</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-373" title="100418-trash-world-wmallan" src="http://pannafotojournal.org/wp-content/uploads/2010/04/100418-trash-world-wmallan.jpg" alt="100418-trash-world-wmallan" width="608" height="203" /></p>
<p style="text-align: center;">Photo karya Allan</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fpannafotojournal.org%2F%3Fp%3D356&amp;linkname=TRASH%20WORLD"><img src="http://pannafotojournal.org/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pannafotojournal.org/?feed=rss2&amp;p=356</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
